COMAL – Warga desa Pecangakan, Comal, Pemalang digegerkan ulah seekor kera liar yang tinggal disalah satu pekarangan yang rimbun dengan pepohonan. Warga setempat menyakini bahwa kera tersebut merupakan hewan piaraan yang terlepas dan menempati pekarangan yang rimbun untuk mencari makan dan berlindung.

Menurut keterangan beberapa warga, kera tersebut muncul sekitar 3 bulan yang lalu, saat warga melihatnya di pekarangan, bahkan sampai dihalaman belakang rumah warga.

Utaryo (34) warga RT.03 05 RW.02 desa Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang, merupakan salah satu warga yang rumahnya pernah diganggu oleh kera tersebut.

“Waktu itu saya sedang tidak berada di rumah. Saat istri dan anak saya sedang tertidur, kera itu masuk hendak menggangu istri saya. Untung saja anak saya terbangun. Karena kaget, kera itu lari keluar rumah” kata Utaryo, Jumat (02/12)

Hal tersebut diiyakan oleh Tarningsih (30) istri Utaryo. Tarningsih menambahkan bahwa kera tersebut sudah 2 kali masuk ke dalam rumahnya.

“Saya takut akan mengganggu saya lagi, jadi saya kerja jahit sambil bawa batu, untuk jaga-jaga barangkali kera itu masuk rumah lagi,” kata Taningsih.

Kera yang tadinya dirasa warga bisa untuk hiburan dan tontonan, kini mulai meresahkan warga. Diinformasikan beberapa warga, kera tersebut mulai berani mangambil barang atau makan di dalam rumah warga. Buah-buahan, telur ayam, telur bebek bahkan hewan piaraan seperti ayam dan bebek tak lepas dari ulah sang kera.

img-20161203-wa0008

John Hadi, Perangkat Desa Pecangakan menunjukkan kandang jebakan kera (foto : Desa Pecangakan/Admin)

Lain lagi keterangan dari Kendar (50) warga setempat, yang sering memberi makanan kepada kera liar tersebut bahkan sampai sekarang masih dilakukannya. Bagi Kendar hewan tersebut sebenarnya tidak mengganggu dirinya. Setiap hari Kendar memberi makan kera pada jam-jam tertentu.

Munculnya kera yang mulai meresahkan warga tersebut sebenarnya sudah diupayakan untuk ditangkap oleh warga. Beberapa cara dilakukan warga mulai dari diberi makanan dicampur obat bius, ditembak bahkan dijebak di tempat Kendar, sudah tidak asing lagi bagi kera tersebut. Namun semua upaya belum membuahkan hasil .

“Sedang kami upayakan penanganan secepatnya. Kami akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pemalang, karena hewan tersebut termasuk satwa yang dilindungi,” ujar Jhon Hadi,perangkat desa Pecangakan. (Admin)

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *